Breaking News
Loading...
Kamis, 30 April 2015

Info Post
Pada diagram Mollier, proses siklus refrigerasi menyangkut empat hah pokok yaitu penguapan – kompresi – pengembunan – ekspansi – kompresi dan seterusnya, dapat digambarkan sehingga mempermudah perhitungan perancangan ataupun pemeriksaan terhadap kondisi operasinya (lihat Gambar 4.3).

Di dalam menggambar diagram Mollier dari siklus refrigerasi, hal-hal berikut ini hendaknya diperhatikan :
1. Garis-garis horizontal menunjukkan proses tekanan konstan, seperti terjadi pada proses penguapan refrigeran dalam evaporator serta pengembunan refrigeran dalam kondensor.
2. Proses kompresi di dalam kompresor merupakan proses adiabatic reversible (isentropic) sehingga terjadi pada garis entropy konstan.
3. Ekspansi trotling, yaitu proses penurunan tekanan pada enthalpy konstan yang terjadi pada waktu refrigeran melalui katup ekspansi atau pipa kapiler, dan berlangsung sepanjang garis iso-enthalpi (arah vertical). Jadi enthalpy refrigeran sebelum dan sesudah katup ekspansi/pipa kapiler adalah sama.
4. Dalam proses refrigerasi ini perpindahan kalor antara refrigeran dengan media yang ada disekitarnya dianggap hanya terjadi pada evaporator dan kondensor saja. Disamping itu selama proses tersebut dianggap tidak terjadi kerugian tekanan (pressure drop) karena gesekan atau sebab lain. Oleh sebab itu siklus refrigerasi ideal yang terlukis pada diagram Mollier akan berbeda dengan siklus refrigerasi yang sebenarnya (actual).

Keterangan gambar:
1 – 2 : proses kompresi refrigeran di kompresor
2 – 3 : proses kondensasi (pengembunan) refrigeran di kondensor.
3 – 4 : proses ekspansi refrigeran di katup ekspansi atau pipa kapiler.
4 – 1 : proses penguapan refrigeran di evaporator.

0 komentar:

Posting Komentar