Breaking News
Loading...
Rabu, 29 April 2015

Info Post
Siklus ini mempunyai beberapa ciri yang sama dengan siklus kompresi-uap tetapi berbeda dalam dua aspek. Pertama dalam hal proses kompresi, refrigeran dalam sistem ini diabsorp/diserap oleh zat kedua yang disebut absorbent untuk membentuk larutan cair. Larutan cair kemudian dipompa ke tekanan yang lebih tinggi. Karena volume spesifik rata-rata larutan cair lebih rendah dari uap maka kerja yang dibutuhkan juga lebih rendah, karena itu sistem absorpsi mempunyai keuntungan dalam hal kerja input yang kecil dibandingkan terhadap sistem kompresi uap. Perbedaan lainnya adalah beberapa cara harus dilakukan pada sistem absorpsi untuk mengangkat uap dari larutan cair sebelum refrigeran memasuki kondenser. Cara yang dilakukan mungkin dengan menggunakan sumber panas dari luar seperti panas dari pembakaran gas alam atau bahan bakar. Gambar 8 menunjukkan salah satu sistem refrigerasi absorpsi. Pada gambar tersebut amonia adalah refrigerannya dan air sebagai absorbent. Pada absorber, uap amonia diserap oleh air. Air pendingin disirkulasikan disekitar absorber untuk membuang energi yang dilepaskan ketika amonia menjadi cair dan menjaga temperatur pada absorber serendah mungkin. Pada generator, perpindahan kalor terjadi dari sumber yang bertemperatur tinggi yang membuat uap amonia keluar dari larutan, meninggalkan larutan amonia-air di generator yang akan kembali ke absorber.


Sistem amonia-air biasanya memerlukan modifikasi dari siklus sederhana diatas. Modifikasi yang umum dilakukan terlihat pada gambar 9. 

0 komentar:

Posting Komentar